Sabtu, 24 Desember 2011

PRINSIP PERSEPSI DALAM PEMBELAJARAN

Proses pembelajaran pada prinsipnya dalah penyampaian  pesan pembelajaran dari guru sebagai komunikator melalui media kepada siswa sebagai penerima pesan atau komunikan. Penyampaian pesan tersebut dalam pembelajaran tentu tidak terlepas dari berbagai gangguan atau  noise sehingga pesan tidak utuh atau diterima oleh siswa
dengan persepsi yang berbeda. Sadiman, (2009:14) menjelaskan bahwa perbedaan persepsi oleh siswa dalam menerima informasi di kelas disebabkan oleh 1) gangguan hambatan psikologis misalnya minat, inteligensia, motivasi, sikap, dan pengetahuan, 2) hambatan fisik misalnya kelelahan, sakit, gangguan dan cacat tubuh, 3) hambatan kultural seperti adat kebiasaan, kepercayaan, nilai yang berlaku, dan norma, dan 4) hambatan lingkungan berupa suara yang mengganggu, kelas yang panas, jumlah siswa yang terlalu banyak, dan sejenisnya.
Perbedaan persepsi dapat dihilangkan dengan menggunakan media yang sesuai misalnya audio visual dalam proses pembelajaran. Sudjana dan Rivai (2007:58) mengungkapkan bahwa pengalaman belajar tidak hanya diperoleh menggunakan kata-kata saja dalam ceramah, tetapi juga didapatkan melalui media audio visual. Pengalaman yang diperoleh siswa terjadi karena berinteraksi dengan pengalaman, karena siswa melihat tayangan video yang sama dengan objek yang sebenarnya ditambah dengan penjelasan secara audio. Dari pernyataan tersebut  media video bermanfaat  dalam pembelajaran supaya penyampaian tidak verbalistik dan menghindarkan persepsi yang berbeda oleh siswa.
Media video pembelajaran memperbanyak tanman dengan sambung pucuk dirancang untuk pembelajaran dengan unsur gambar dan suara sebagai penjelas gambar, mempunyai potensi untuk memberikan informasi secara teliti dengan benar. Informasi dalam media video memiliki gambar yang mempunyai kemiripan yang sangat tinggi seperti benda aslinya. Objek yang kecil dan jauh dapat dimanipulasi menggunakan fasilitias zoom in pada kamera video sehingga ukuran dan jarak objek sebenarnya kelihatan besar dan jelas. Tayangan video yang diulang-ulang juga membantu siswa dalam mendapatkan informasi dengan jelas dan tepat, sehingga kemampuan media ini mampu menghilangkan persepsi yang berbeda oleh siswa.
Pembelajaran menggunakan metode ceramah tanpa menggunakan media sangat rawan dalam perbedaan persepsi oleh siswa. Penyampaian materi pembelajaran oleh guru secara verbalis, kata-kata penjelas tidak bisa diulang sama persis jika siswa minta penjelasan diulang. Penjelasan yang diulang dengan pengucapan berbeda akan menimbulkan persepsi yang berbeda bagi siswa yang lain. Dalam pembelajaran seperti ini, hampir bisa dipastikan indera pendengaran siswa yang berfungsi karena siswa melihat gerakan guru yang berulang-ulang tanpa memiliki arti, sehingga pada sepuluh menit pertama saja siswa dapat konsentrasi setelah itu siswa tidak akan belajar dengan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mohon agar setiap pengunjung memberi komentar atas konten terkait, di tunggu ya trims